Seorang pemimpin yag ingin menegaskan dirinya harus mampu bertindak jahat (tegas), jika hal itu diperlukan.
Jika seorang pemimpin mau mendapat nama baik diantara orang-orang lain karena kemurahan hatinya, pangeran itu justru harus memamerkan keamurahan hatinya itu secara mengah; dengan melakukan hal itu seorang pangeran akan selalu memakai sumber-sumber kekuasaan nya dan dia akan dipatuhi.
Manusia tak begitu segan melecehkan orang yang membuat dirinya dicitai dari pada orang yang membuat dirinya ditakuti...
Seorang pemimpin tak boleh mencuru harta rakyatnya, karena manusia lebih mudah melupakan kematian ayahnya dari pada kehilangan bagian warisannya.
Tak ada cara lain untuk melindungi diri dari penjilatan selain membiarkan orang membuka dirinya sendiri dan mengatakan kenyataannya kepadamu tanpa melukai dirimu.
Istilah dalam bahasa italia umanista adalah zaman renaizans yang sejajar dengan artista (seniman) atau iurista (ahli hukum). Umanista adalah guru atau murid fak-fak yang mempelajari kebudayaan, seperti: gramatika, retorika, sejarah, seni puisi atau filsafat moral. Karena ilmu-ilmu tersebut memiliki kedudukan penting di zaman Renaisans, kaum humanis juga menjadi orang-orang terpandang dalam masyarakatnya. Mereka bahkan dianggap leih tinggi dari pada seniman dan ahli hukum. Melihat keahlian mereka, kaum humanis mirip seperti kaum sofis di zaman yunani kuno. Humanisme perupaya membuat sintesis antara iman kristiani dan ilmu pengetahuan, kebudayaan antik dan tradisi kristen. tujuannya tidak hanya untuk memajukan seni, peradaban dan penghargaan atas martabat manusia, melainkan juga toleransi diantara agama-agama yang ada. Gerakan humanisme menyebar ke luar italia.
Seorang pangeran harus mampu berbain baik sebagai manusia maupun sebagai binatang buas... Sang pangeran harus bisa memakai kedua kodrat itu...yang satu tanpa yang lain tak dapat ada. Dan karena seorang pangeran harus mampu bermain sebagai binatang buas, dia harus mencontoh rubah dan singa; karena singa tak lepas dari jerat dan rubah tak bisa lolos dari srigala. Jadi, dia harus menjadi rubah untuk mengenali jerat, dan menjadi singa untuk menakut-nakuti serigala-serigala. Mereka yang hanya mencontoh singa tak tahu apa-apa. Seorang pengusaha yang cerdik bisa dan kerenanya juga tak harus menepati kata-katanya, jika hal itu merugikannya dan alasan-alasannya...mencolok. Andai kata semua manusia baik, nasihat ini kiranya tak ada artinya; tetapi karena mereka tak banyak faedahnya dan kata-kata mereka tak ditepati, untuk mereka kau juga tak perlu menepatinya. Juga seorang pangeran jangan kehabisan alasan baik untuk memanis-maniskan pelanggaran janjinya. (Machiavelli).
Langganan:
Postingan (Atom)
